Mereka bertiga berjalan ke arah tempat parkir motor NMAX hitam. Wandi menurunkan Noval, membukakan helm untuknya, lalu membantunya naik ke jok belakang. Arini naik di belakang Noval, memeluknya dari belakang."Siap, Noval?" tanya Wandi."Siap, Pa!""Siap, Rin?""Siap, Wan."Wandi menyalakan mesin. NMAX hitam melaju perlahan meninggalkan sekolah, melewati gang-gang sempit, lalu bergabung dengan arus lalu lintas sore yang mulai padat. Noval duduk di antara Wandi dan Arini, tangannya yang kecil memegang erat jaket Wandi. Angin sore menerpa wajahnya, membuat rambutnya yang tipis berkibar-kibar."Pa, Noval suka naik motor," ucap Noval."Noval suka?""Suka. Anginnya sejuk. Papa hangat. Mama juga hangat."Wandi dan Arini tersenyum.Setelah sekitar lima belas menit berkendara, Wandi memarkir motornya di pinggir jalan di kawasan pasar malam yang ramai. Di sana, ada sebuah toko es krim kecil yang terkenal dengan rasa-rasa tradisionalnya, es krim kelapa muda, es krim durian, es krim coklat, es k
Huling Na-update : 2026-09-11 Magbasa pa