Pukul setengah tujuh pagi, Wandi masuk ke rumah. Arini sudah bangun, sedang menyiapkan sarapan di dapur. Nasi goreng dengan telur mata sapi, kerupuk, dan segelas susu hangat untuk Noval. Kopi hitam untuk Wandi, teh hangat untuk dirinya."Wan, kamu sudah latihan?" tanya Arini sambil membalik telur di wajan."Iya, Rin. Fisik dan keris.""Kamu tidak capek?""Capek, tapi harus."Arini menyendok nasi goreng ke piring, menambahkan telur mata sapi di sampingnya. "Kamu makan dulu. Nanti mandi.""Iya, Rin."Wandi duduk di meja makan. Noval belum bangun. Mungkin dia masih kelelahan setelah seharian bermain mobil mainan kemarin."Rin, soal informasi tentang Andre, bagaimana?"Arini duduk di seberang Wandi, menyodorkan ponselnya. "Aku sudah hubungi kenalanku di kepolisian. Katanya, Andre punya catatan. Beberapa tahun lalu, dia terlibat dalam kasus penggelapan dana nasabah, tetapi kasusnya ditutup karena kurang bukti."Wandi mengerjap. "Penggelapan dana nasabah? Dia manajer bank, kan?""Iya. Kenal
Last Updated : 2026-09-06 Read more