Gudang itu gelap. Hanya sesekali cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah atap seng yang bocor, menciptakan garis-garis tipis berwarna keemasan di lantai beton yang retak. Debu-debu beterbangan di udara, berputar-putar dalam aliran cahaya, seperti jutaan bintang kecil yang menari. Bau apek, minyak tanah, dan tanah basah menyengat di setiap sudut. Di beberapa tempat, air merembes dari dinding yang lembab, menciptakan genangan-genangan kecil di lantai yang sudah usang. Beberapa tikus berlarian di sudut-sudut gelap, tidak peduli dengan kehadiran manusia yang baru saja masuk ke dalam wilayah mereka.Andre duduk di lantai, menyandarkan punggungnya ke dinding bata yang dingin dan kasar. Kakinya terentang di depan, tidak bergerak. Tangannya yang masih gemetar, tergeletak di pangkuannya. Matanya yang tadinya penuh amarah dan kebencian, kini menjadi kosong, sayu, dan penuh dengan ketakutan. Wajahnya pucat pasi, tidak ada warna sama sekali, seperti orang yang baru saja melihat hantu. Ramb
Huling Na-update : 2026-09-15 Magbasa pa