"Terima kasih, Mas."Sementara perawat sibuk memeriksa Wandi, dua orang polisi, seorang pria dengan kumis tebal dan seorang perempuan dengan rambut pendek, mendekati kerumunan. Mereka memakai seragam coklat dengan topi pet, dan di pinggang mereka, tergantung senjata api dan borgol."Selamat siang. Saya Bripka Budi, ini Bripda Sari. Kami menerima laporan penusukan di alamat ini," sapa polisi pria dengan suara tegas."Selamat siang, Pak, Bu," jawab Pak Dadang. "Benar, ada penusukan. Mas Wandi yang menjadi korban.""Di mana korban?""Di sana, Pak. Yang sedang diperiksa perawat."Bripka Budi dan Bripda Sari berjalan mendekati Wandi. Mereka melihat Wandi yang duduk di kursi, dengan kemeja berlumuran darah, tetapi tidak ada luka yang terlihat."Selamat siang, Bapak. Bapak Wandi?" tanya Bripka Budi."Selamat siang, Pak. Iya, saya Wandi.""Kami mendengar Bapak ditusuk di punggung. Bisa Bapak ceritakan apa yang terjadi?"Wandi menghela napas. "Saya sedang berhadapan dengan seorang pria bernama
Last Updated : 2026-09-17 Read more