Delapan hari. Bagai delapan tahun bagi Vicktor. Setiap detik berlalu seperti siksaan tanpa akhir sejak Amora menghilang tanpa jejak. Ruang kerjanya kini dipenuhi kertas-kertas laporan detektif swasta yang semuanya berujung pada jalan buntu. Amora seolah menguap ditelan bumi."Vicktor, kau belum menyentuh sarapanmu." Lucy melangkah masuk ke dalam rumah, baru saja kembali setelah mengantar Kelly ke taman kanak-kanak. Namun, belum sempat ia meletakkan tasnya, langkahnya terhenti oleh tatapan tajam dan dingin dari pria di depannya.Vicktor tidak memedulikan ucapan Lucy. Ia melangkah lebar, memotong jarak di antara mereka dengan aura yang siap meledak. "Cepat katakan di mana Amora!" sergahnya, suaranya parau namun sarat akan ancaman.Lucy tersentak, wajahnya memucat seketika. "Sungguh, aku tidak mengerti maksudmu, Vicktor. Begitu tiba di rumah, pertanyaan itu langsung kau lemparkan padaku?" Lucy mencoba tertawa hambar, menyembunyikan kegugupan yang mendadak menyerang penumpuk dadanya. "Ke
Última atualização : 2026-07-21 Ler mais