Entah bagaimana awalnya, ketika Amora membuka mata, jeritan keluar dari mulutnya. Ia terkejut, tubuhnya terasa asing. Jari-jarinya meraba kulit yang mulus, lekuk tubuhnya yang tak lagi dipenuhi lemak. Dia, yang dulu gemuk dan sering diejek, kini menjadi langsing sempurna."Apa… ini?" bisiknya terengah, mencoba mengingat kejadian terakhir.Seketika sebuah kilas balik menghantam pikirannya.Kebakaran itu.Seharusnya, dia hangus terbakar di kamar. Seharusnya, dia mati. Kalau begitu, di mana dia sekarang? Apa ini dunia lain?Amora celingukan, mencari sosok ibunya. Tapi ruangan ini asing, putih bersih, berbau obat. Ia sendirian. Napasnya tercekat ketika meraba wajah yang terbalut perban rapat, seolah habis menjalani operasi plastik."Apakah aku bermimpi?" gumamnya bingung. Tak ada yang bisa ia tanyai, hanya sunyi yang menemaninya.Tiba-tiba, pintu kaca didorong dari luar. Seorang suster masuk, terkejut melihat Amora sudah sadar."Dokter! Pasien sudah siuman!" serunya panik lalu berlari kel
Last Updated : 2026-07-07 Read more