Dokter yang tiba lima belas menit lalu di kediaman Vicktor akhirnya menutup tas medisnya dengan napas lega. Ia baru saja selesai memeriksa Kelly—meminta gadis kecil itu membuka mulut, menyorotkan senter kecil ke matanya, dan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana.Kelly menurut saja, meski sesekali mengerutkan dahi, seolah merasa aneh diperiksa seperti itu.Di belakang sang dokter, Vicktor dan Amora berdiri berdampingan. Keduanya tak berani bersuara, hanya saling melirik penuh harap.“Tidak ada yang aneh,” ujar dokter akhirnya, menoleh pada mereka. “Semua responsnya normal.”Vicktor menarik napas panjang yang tertahan sejak tadi.“Puji Tuhan, Kelly sudah sembuh dari amnesianya,” lanjut dokter itu, nada suaranya ringan namun penuh kepastian.Mata Vicktor langsung berkaca-kaca. Ia menoleh pada Amora, senyum haru terlukis di wajahnya, sebelum akhirnya mendekat dan memeluk tubuh kecil putrinya yang masih terbaring di atas kasur.“Syukurlah, Nak,” bisiknya dengan suara bergetar. “Kau sud
Última atualização : 2026-07-11 Ler mais