Mobil hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan gedung megah Shane Group. Vicktor turun lebih dulu, lalu bergegas membuka pintu untuk Amora. Tatapannya penuh kekhawatiran, seolah masih belum yakin kondisi gadis itu benar-benar baik.“Pelan-pelan,” ucapnya lembut.Amora mengangguk, turun dengan langkah hati-hati. Meski tubuhnya masih terasa lemas, ia berusaha berdiri tegak. Vicktor tak jauh darinya, sesekali melirik wajah Amora, memastikan tidak ada beban lagi di sana.Begitu masuk ke dalam gedung, Vicktor langsung membawanya ke ruangan direktur utama. Pintu tertutup, suasana mendadak sunyi. Hanya ada mereka berdua.“Kamu yakin sudah membaik?” tanya Vicktor lagi, nadanya sedikit menekan.Amora tersenyum tipis, meski matanya masih menyimpan sisa ketegangan. Ia lalu bersandar di sofa, berpura-pura santai.“Jangan khawatir, Vick. Aku sudah jauh lebih baik,” jawabnya, sedikit berdrama agar pria itu berhenti cemas.Vicktor menyipitkan mata, seperti tidak sepenuhnya percaya. “Kalau kamu mem
Last Updated : 2026-07-08 Read more