“Baiklah, Bu. Saya coba bantu memijatnya,” ucap Roni akhirnya. Bu Sri tersenyum lebar, langsung duduk di kursi dan mengulurkan tangannya pada Roni. Roni duduk di hadapannya, lalu mulai memijat pergelangan tangan Bu Sri dengan gerakan lembut. Wanita itu mendesah pelan, matanya terpejam. “Ah... enak sekali, Ron...” gumam Bu Sri dengan nada nikmat. “Kamu jago memijat... tanganmu terasa hangat...” Roni tersenyum canggung, terus memijat dengan gerakan hati-hati. “Apa sudah cukup, Bu? Saya pikir sudah—“ “Jangan berhenti dulu...” potong Bu Sri cepat, matanya masih terpejam. “Lanjutkan... sedikit lagi...” Roni menghela napas, melanjutkan pijatannya. Suasana terasa canggung, tapi ia mencoba mengabaikannya. Tiba-tiba, terdengar suara pintu kamar terbuka pelan. “Ibu? Roni? Kalian ngapa—“ Suara itu berhenti mendadak. Roni menoleh, dan di
Last Updated : 2026-07-15 Read more