"Saya menolak operasi itu," ucap Zora tenang, hampir tanpa beban. Julian mengernyitkan dahinya, meletakkan pena peraknya dengan ketukan pelan yang tegas. "Ini bukan pilihan estetika seperti saat kita mendiskusikan sketsa perhiasan 'Aura', Zora. Ini masalah kelangsungan hidup Anda." "Saya tahu," Zora merogoh tas tangannya dengan jemari yang bergetar halus, namun gerakannya tetap terlihat anggun. Ia memasukkan botol obat pereda nyeri yang baru saja diberikan asisten Julian ke dalam tas. "Namun, saya tidak ingin mati di atas meja operasi sebagai satu lagi daftar kegagalan fisik yang memalukan bagi keluarga Laurent." Julian terdiam, memahami makna dalam di balik kata-kata dingin pasiennya. "Apakah suamimu tahu tentang kondisi kritis ini?" tanya Julian, suaranya merendah. "Bagi Alby, rasa sakit saya hanyalah sebuah alat manipulasi emosional," Zora berdiri, merapatkan mantel abu-abunya dengan gerakan perlahan. "Dia tidak perlu tahu tentang hal-hal yang tidak memberikan keuntungan bagi p
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-09 อ่านเพิ่มเติม