"Jangan berhenti," bisik Zora lirih, suaranya mengalun bagai desir angin malam Provence yang membakar.Kata-kata itu meruntuhkan seluruh sisa pertahanan dan kalkulasi rasional Alby.Di bawah pendar lampu temaram dan kesunyian rumah batu Avignon, penyatuan raga mereka mengalun bagaikan simfoni melankolis yang indah namun dahsyat. Setiap dorongan dan gesekan kulit terasa begitu panas, menguapkan hawa beku yang selama bertahun-tahun mengendap di antara mereka. Alby bergerak dengan irama yang dalam, lembut, dan penuh kehati-hatian yang terdesak, menangkup rahang Zora, menyusuri leher jenjangnya, dan menyatu sepenuhnya dengan wanita yang menyandang nama belakangnya."Aku mencintaimu, Zora..." bisik Alby di antara ketukan napas mereka yang makin heboh, suaranya berat, bergetar, dan dipenuhi oleh kepasrahan mutlak yang akhirnya terucap secara jujur. "Aku mencintaimu... dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi."Namun, alih-alih meluruh manis mendengar pengaku
최신 업데이트 : 2026-08-04 더 보기