"Aku memintamu menunggu di sofa," tegur Alby dengan nada baritonnya yang datar, berusaha menutupi rasa cemas yang masih tersisa di dadanya. "Kondisimu belum stabil."Wanita itu perlahan memutar tubuhnya. Dan untuk pertama kalinya sepanjang tiga tahun mereka saling mengenal, Alby melihat seulas senyum terukir di bibir pucat istrinya, bukan senyum penyesalan yang pahit, bukan pula senyuman dingin yang asing, melainkan sebuah senyuman yang begitu murni, hangat, dan teduh, seolah-olah seluruh beban dunia telah terangkat dari pundaknya."Kopi ini dibuat dengan peralatan seadanya," ucap wanita itu lembut, menatap Alby dengan sepasang mata cokelat terangnya yang jernih. "Mungkin rasanya tidak akan seenak hasil mesin kopi otomatis di dapur Laurent Manor, Monsieur Laurent."Alby tertegun di tempatnya berdiri. Senyuman itu begitu asing di matanya, namun mendadak mengirimkan getaran ganjil yang merambat kencang di balik kemeja abu-abunya. Untuk beberapa detik, otak logisny
최신 업데이트 : 2026-07-22 더 보기