"Aku datang bukan untuk berlutut meratapi dosa-dosaku padamu, Kak Zora."Suara tumit sepatu tinggi Selena berketuk kaku di atas jalan setapak berkerikil, memecah kesunyian pagi yang hangat di halaman belakang rumah batu Avignon. Gaun linen berwarna gading rupa desainer yang mengenai tubuh rampingnya tampak sangat mencolok di tengah pendar matahari hangat Prancis Selatan. Wajah cantiknya terpoles rapi, menyembunyikan sisa-sisa frustrasi dan kehancuran emosional yang semalam sempat merobek harga dirinya di Paris.Zora tidak terkejut. Wanita itu tetap terduduk tenang di atas kursi rotan tuanya, membungkus bahu menyusutnya dengan kardigan rajut kelabu yang longgar. Jemarinya yang pucat mengusap pinggiran cangkir keramik berisi teh lavender yang hangat. Sepasang mata cokelat terangnya yang jernih terangkat perlahan, menatap adiknya tanpa ada binar terkejut, dendam, ataupun amarah."Aku sudah menduga kau akan kemari, Selena," sahut Zora pelan, suaranya mengalun sangat
최신 업데이트 : 2026-07-29 더 보기