Bisikan hangat penuh haru dari bibir Zora itu masih mengudara, menyatu dengan temaram pendar lilin aromaterapi dan pemandangan gemerlap lampu kota Paris dari balik dinding kaca. Di atas matras tebal yang mengisolasi mereka dari dunia luar, Zora menatap lurus ke dalam sepasang mata suaminya. Ada kelegaan, cinta yang meluap, dan kerinduan mendalam yang bergejolak di dadanya.Selama berminggu-minggu, kehidupan mereka hanya dipenuhi oleh ketegangan, jadwal medis, dan penjagaan ketat. Malam ini, di dalam ruang yang diciptakan Alby khusus untuknya, Zora merasa sekat-sekat itu akhirnya runtuh. Ia tidak hanya merasa dicintai, tetapi ia juga menginginkan pria itu. Ia merindukan suaminya. Bukan sekadar kedekatan emosional, melainkan penyatuan fisik yang sudah begitu lama tertahan.Zora menggeser posisi duduknya. Perlahan, ia mengikis jarak di antara mereka, mengangkat tubuhnya sedikit hingga lututnya menumpu di atas matras, memposisikan dirinya lebih intim di hadapan Alby.
Last Updated : 2026-09-29 Read more