Namun, Julian tidak menunjukkan wajah muram. Tidak ada kerutan dahi penuh duka atau helaan napas berat yang paling ditakuti Alby. Ekspresi dokter kawakan itu justru dipenuhi kehangatan dan keheranan yang campur aduk."Tenanglah dulu, Alby. Tarik napasmu," ujar Julian pelan, menyentuh lengan Alby untuk meredakan cengkeraman keras sahabatnya itu. "Zora sudah sadar. Jantung transplantasinya memang mengalami sedikit tekanan akibat kelelahan ekstrem, tapi bukan itu penyebab utama pingsannya sore ini.""Lalu apa?!" desak Alby, suaranya bergetar parau. "Jangan berbelit-belit, Julian!"Julian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang seketika menghentikan detak jantung Alby untuk sepersekian detik."Zora sedang hamil, Alby," ucap Julian tegas dan jernih. "Usia kandungannya baru memasuki minggu keempat."Untuk beberapa saat, Alby hanya mampu membeku di tempatnya berdiri.Dunia di sekelilingnya seakan berhenti bergerak. Suara rintik hujan yang menghantam
Last Updated : 2026-09-21 Read more