Sinta terpaku. Manik matanya menatap lekat-lekat barisan huruf kapital di layar ponsel Lula. "Rashta menghilang? Tiba-tiba?" "Menurutmu ada yang aneh?" "Ya, tiba-tiba aku merasakan firasat buruk. Tapi aku kan tidak tahu menahu. Beberapa hari ini aku hanya di rumah, ke butik, dan bertemu klien bersamamu, kan? Selain itu, paling hanya makan siang bersama Arjuna, itu pun hanya di sekitar sini." Meski Sinta berkata begitu, hatinya tetap saja merasa gelisah. Dan dugaannya tepat. Saat baru saja sampai di rumah pukul enam sore, ada mobil polisi terparkir di halaman depan rumah Abimanyu. Sinta mengerutkan keningnya sesaat. Memang wajar kalau polisi sampai kemari, karena dulu Rashta memang sering keluar-masuk rumah ini. "Jangan khawatir, Nyonya, saya yakin mereka hanya memeriksa rumah ini untuk mencari petunjuk," ucap Pak Han sambil tersenyum, mencoba menenangkan Sinta. Sinta mengangguk paham. Ia pun turun dari mobil dengan tenang. Saat memasuki ruang tamu, Abimanyu, Orion,
Última actualización : 2026-08-13 Leer más