Lula menatap sahabatnya yang kini terdiam. Ia sadar kalau ucapannya memang menyakitkan, tapi faktanya memang kebanyakan seperti itu. Abimanyu selalu mengabaikan Sinta, meskipun istrinya itu telah begitu patuh dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sangat baik. Sinta rela meninggalkan dunianya hanya untuk Abimanyu. Meski begitu, pria itu tidak pernah sekalipun luluh dan membuka hatinya untuk Sinta. Sekarang, setelah Sinta ingin melepaskan pernikahan mereka, Abimanyu malah mempersulit. "Sinta..." "Ya?" "Aku tahu sebenarnya kamu takut, kan?" Sinta terdiam sesaat, kemudian tersenyum tipis. Ekspresinya seketika berubah sendu. "Ya, Lula, aku memang takut. Tapi, aku lebih takut kembali menjadi Sinta yang dulu." Sinta yang hidup untuk menyenangkan orang lain: ayahnya, suaminya, mertuanya, dan orang-orang di sekitar Abimanyu. "Meski takut, aku akan tetap maju ke depan. Hidup untuk diriku sendiri, Nenekku, dan orang-orang yang menyayangiku." Lula tanpa sada
Last Updated : 2026-08-09 Read more