Tarjo akhirnya sampai di depan Hotel Mawar, sebuah bangunan dua lantai dengan cat krem yang mulai pudar, dan papan nama berwarna merah muda berkelap-kelip di bagian depan. Ia memarkir motornya di area yang disediakan, lalu melangkah masuk ke lobi dengan langkah ragu-ragu, sambil matanya menyapu sekeliling ruangan yang asing baginya; lantai keramik mengkilap, sofa empuk di sudut ruang tunggu, dan meja resepsionis dengan lampu kuning temaram di atasnya."Selamat malam, ada yang bisa dibantu?" sapa seorang petugas resepsionis berseragam rapi, tersenyum ramah melihat Tarjo yang tampak kebingungan berdiri di tengah lobi."E, saya... ada janji sama seseorang di kamar 5C," jawab Tarjo, suaranya sedikit gugup.Petugas itu mengangguk, lalu dengan sopan mengantar Tarjo menuju lorong di lantai dua, berhenti tepat di depan pintu bernomor 5C sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Tarjo sendirian di depan pintu itu.Tarjo menarik napas dalam-dalam, mengetuk pintu dengan tangan yang masih sedikit gem
Última actualización : 2026-10-07 Leer más