“Wah, Ibu masakannya banyak sekali!” Nicolas berseru gembira melihat jajaran hidangan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.“Iya, apalagi tadi Rosa datang dan kasih Ibu daging segar, jadi Ibu memasak lebih banyak menu,” jawabku lembut. Aku lalu mengambil sebuah mangkuk, mengisinya dengan sup daging hangat beserta sayur-sayuran segar. Aku meletakkannya tepat di hadapan Nicolas. “Makan yang banyak, ya? Setelah ini, antarkan juga sup dagingnya ke rumah Rosa agar ia bisa makan siang.”“Siap, Ibu!”Senyum di bibirku melengkung manis. Aku mengelus lembut rambut Nicolas sejenak, lalu kembali mengambil mangkuk lain dan mengisinya seperti sebelumnya. Setelah terisi penuh, aku meletakkannya di depan Javier.“Selamat makan …”“Terima kasih, Sayang.”Mataku seketika membelalak lebar. Jantungku berdegup kencang karena masih merasa amat gugup tiap kali mendengar panggilan manja itu dari bibirnya—terlebih saat ada Nicolas di antara kami!Dan benar saja, lihatlah anak kecil itu justru tertawa
Last Updated : 2026-08-10 Read more