pov Javier “Ayah … benarkah ini Ayah? Aku sedang tidak bermimpi, kan?” tanyanya dengan mata berbinar-binar, terlihat jelas kalau dia sangat merindukanku.Aku menggeleng pelan. Tanpa ragu, aku berdiri lalu mengangkat tubuh mungilnya ke dalam pelukanku, mendekapnya erat ke dada.“Tidak, Nak. Kamu sedang tidak bermimpi. Ini Ayah … Ayah ada di sini,” bisikku meyakinkannya.Nicolas memeluk leherku dengan erat, tubuh kecilnya sedikit bergetar. Aku membelai lembut punggungnya seraya melayangkan pandangan ke arah Camila yang berdiri membisu tidak jauh di dekat kami. Aku tidak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam pikirannya. Namun yang pasti, aku tidak akan pernah membiarkan mereka berdua lepas dari genggamanku lagi! Inilah yang aku inginkan, berkumpul dan bersama-sama dengannya. “Nico pikir Nico bermimpi lagi, Ayah …” cicitnya seraya mendongak. Sepasang mata bulatnya menatapku lekat. Jemari kecilnya terulur menyentuh pipiku, seakan ingin m
Last Updated : 2026-08-04 Read more