Jemari besarnya yang hangat mulai melepaskan kaitan bra-ku dengan teramat hati-hati. Begitu benda berenda itu terlepas, telapak tangannya langsung meremas dadaku penuh kelembutan yang memabukkan.Aku memejamkan mata erat-erat, meresapi setiap inci sentuhan hangatnya yang membakar kulitku.Desahan pelan kembali lolos dari bibirku saat Javier menundukkan kepala, mengulum bagian puncak dadaku ke dalam mulutnya yang hangat.“Ahh … Javier …”Tanpa sadar, jemariku bergerak meremas helai rambutnya, seakan menuntutnya untuk menyesap lebih dalam. Pria itu benar-benar menikmati setiap sensasinya. Setelah puas menyesap sisi kanan, ia berpindah mengulum sisi sebelah kiri. Dengan tangan tidak berhenti memberi remasan, membuatku semakin menikmati akan sentuhannya. “Uhh, Javier … jangan digigit, sakit …” keluhku manja saat giginya secara tidak sengaja mengenai ujung dadaku yang menegang denga
Last Updated : 2026-08-08 Read more