Tanganku hampir saja terulur untuk menyentuh anak laki-laki itu. Namun, seketika aku mengerjap pelan saat ada tangan lain yang menyambar tubuh mungilnya dari belakang—membawa bocah itu ke dalam dekapannya dengan begitu posesif. Aku menatap paras pria berjas dokter putih di hadapanku dengan penasaran. “Nico, kenapa kamu malah berada di sini? Itu ibumu sedang bingung mencarimu di sana,” ujar sang dokter itu lembut pada sang anak, lalu beralih menatapku dengan senyuman tipis.“Maafkan saya, Tuan. Ini pasien saya, dia sedang dicari oleh ibunya,” terangnya dengan sopan. Aku mengangguk pelan, mencoba menetralkan degup dadaku yang mendadak tak beraturan. “Ah, tidak apa-apa, Dokter. Dia tidak melakukan kesalah kok. Tadi dia hanya—” “Ayah …” potong anak kecil itu lirih, yang seketika menghentikan kalimatku di udara. Dokter itu terperanjat pelan. “Hei, bi
Last Updated : 2026-08-02 Read more