Namun, Reva yang memiliki ketajaman insting seorang wanita yang sangat mencintai pasangannya, bisa menangkap sesuatu yang lain. Ada gurat ketegangan di rahang pria itu. Sorot mata yang biasanya menatap Reva dengan lapar dan penuh puja, malam ini terlihat sedikit redup, seolah-olah ada tabir tipis yang menutupi kejernihan manik mata kelam tersebut. Reva mengusir pikiran negatif itu jauh-jauh. Ia memutar tubuhnya, meninggalkan cermin, dan berjalan menghampiri Al dengan langkah pelan dan gemulai. Setiap ayunan langkahnya membuat sutra burgundy yang ia kenakan bergesekan lembut dengan kulitnya, menciptakan pemandangan yang secara visual dirancang untuk melumpuhkan akal sehat seorang pria. "Al," panggil Reva dengan nada yang sangat lembut, sedikit mendayu, memecah keheningan di antara alunan saksofon dari pelantang suara. Al membeku, dan untuk sedetik, napasnya tertahan di tenggorokan. Matanya menyapu penampilan Reva dari ujung rambut hingga ujung kaki. Jakun pria itu bergerak naik
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-19 อ่านเพิ่มเติม