Malam semakin larut ketika Al memarkirkan mobilnya di depan gerbang kayu kosan Reva yang sederhana. Jalanan gang sudah sepi, hanya terdengar suara jangkrik dari semak-semak di pinggir jalan. Al mematikan mesin mobilnya, melepaskan sabuk pengaman, lalu menoleh ke arah Reva. Gadis itu menguap karena menahan kantuk, terlihat sangat kelelahan setelah seharian berkutat dengan revisi skripsi. "Udah sampai," ucap Al lembut sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Reva. "Langsung cuci muka, gosok gigi, terus tidur, ya? Jangan begadang lagi buka laptop." Reva tersenyum dan mengangguk patuh. "Iya, Bawel. Kamu juga hati-hati pulangnya. Jangan ngebut." "Pasti." Al mendekatkan wajahnya, mengecup lembut kening Reva dalam waktu yang cukup lama, seolah-olah menyalurkan seluruh perasaannya. "Mimpi indah, perempuanku." "Kamu juga, Al." Reva membuka pintu mobil, melangkah keluar dan melambaikan tangannya dari balik pagar kosan. Ia terus menatap mobil sport hitam itu hingga menghilang di
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-09 อ่านเพิ่มเติม