Akhirnya, Dirga membawa mangkuk besar yang berisi nasi goreng ke meja."Sarapan," ujar Dirga.Bi Sari membantu meletakkan lauk dan minuman."Bi, nanti setelah sarapan saya yang bantu beres-beres," ujar Renata.Bi Sari langsung menggeleng. "Enggak usah, Nyonya.""Tapi,—""Kalau Nyonya mau bantu, nanti saja. Jangan merasa harus melakukan semuanya karena sekarang sudah jadi istri Tuan Dirga."Renata terdiam. Sementara itu, Bi Sari tersenyum."Di rumah ini tidak ada yang memaksa Nyonya."Renata menatap wanita itu. Kalimat tersebut membuat hatinya terasa nyaman."Baik, Bi."Mereka kemudian sarapan bertiga. Sederhana. Hanya nasi goreng, telur, dan segelas teh hangat. Namun, bagi Renata, sarapan itu terasa berbeda.Dulu, ketika tinggal sendirian, Renata sering makan terburu-buru sebelum berangkat kuliah atau bekerja. Sekarang ada seseorang yang duduk di hadapannya. Ada pula seseorang yang sudah seperti bagian dari rumah itu. Bi Sari sesekali bertanya apakah makanan yang dibuatnya cocok denga
Última atualização : 2026-09-26 Ler mais