Setelah beberapa saat, Renata meletakkan bingkai foto itu di meja samping tempat tidur. Dia kemudian berbaring. Punggungnya menyentuh kasur yang empuk. Matanya menatap langit-langit kamar. Sudah lama sekali dia tidak tidur dengan perasaan setenang ini.Beberapa jam sebelumnya, Renata bahkan tidak tahu harus bermalam di mana. Halte, masjid, emperan toko. Semua kemungkinan itu sempat berputar di kepalanya. Dia bahkan sudah bersiap duduk semalaman di tempat umum sambil memeluk tasnya agar barang-barangnya tidak hilang. Namun kini, dia berada di sebuah kamar yang hangat. Dengan tempat tidur, selimut, dan atap yang melindunginya.Renata menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. Senyum kecil kembali muncul di wajahnya."Terima kasih, Pak Dirga."Mata gadis itu perlahan mulai terasa berat. Dalam hati, Renata membuat sebuah janji. Begitu menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak, dia akan membalas semua kebaikan pria itu.Renata tidak ingin terus menjadi beban. Dia tidak ingin
Última actualización : 2026-09-04 Leer más