“Selama kalian menikah, gue kok nggak pernah liat lo diantar suami lo, ya?” Di tengah perjalanan menuju pulang, di tengah bisingnya kendaraan, Revan bertanya. Akhirnya aku menerima tawarannya untuk mengantarku. Tapi karena aku masih belum ingin pulang, kuajak dia berkeliling kota Jakarta dulu. “Pertama, aku dan Mas Leo punya jam yang berbeda. Kita nggak bisa bareng, repot pulangnya. Daripada ribet mending gue naik taksi aja. Kedua, ada masanya kami pergi bareng. Lo aja yang nggak pernah liat,” jawabku yang duduk di belakangnya. “Lo nggak usah bohong sama gue!” Dia menoleh sekilas. “Bohong apa, sih?” Aku tak mengerti Revan bicara apa. Aku tidak merasa membohonginya. Aku dan Mas Leo memang pernah berangkat kerja bersama meski sangat jarang. “Lo tahu nggak, hidup lo itu kayak orang nggak bahagia tau, Na? Dulu lo ceria, semenjak nikah lo banyak murung, kayak banyak pikiran.” “Apaan, sih, lo? Nggak usah sok tahu!” Aku mulai kesal. Aku tahu dia peduli padaku, tapi aku tidak mau d
Huling Na-update : 2026-09-01 Magbasa pa