Istri Kontrak sang Dokter Dingin

Istri Kontrak sang Dokter Dingin

last updateLast Updated : 2026-09-30
By:  Aprillia DUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
22 ratings. 22 reviews
48Chapters
612views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Menikahlah denganku. Aku tanggung semua kebutuhan keluargamu." Kirana tak pernah lupa kalimat itu.  Tiga tahun menjadi istri Leonard Saputra Baskara, direktur rumah sakit tempat dia bekerja, status Kirana masih sama. "Perawat honor yang beruntung" Dihina mertua. Dicurigai rekan kerja. Diremehkan semua orang. Bahkan nyawanya ikut terancam.  Hanya Leo yang diam-diam melindunginya, tanpa pernah mengakuinya.  Kirana sudah lelah bertahan. Sampai nyawa Leo ada di tangannya.  Ternyata untuk dicintai, kadang kita harus berhenti memohon.

View More

Chapter 1

1. Suasana Pagi Hari di Rumah Keluarga Baskara

“Kamu sudah pulang dari tadi rupanya.”

 Itu suara Mama Sarah, ibu mertuaku. Aku yang baru saja duduk di sofa ruang tamu menoleh ke arahnya. Wanita itu sudah memandangku tak suka sambil bersedekap dada. 

 Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Dan sekarang pukul tujuh pagi. Badanku rasanya remuk, ingin sekali aku istirahat barang sebentar saja. Tapi … ibu mertuaku mengira aku sudah pulang sejak tadi. 

 “Aku pengen istirahat sebentar, Ma, aku ca–”

 “Bi Inem nggak masuk kerja hari ini, anaknya sakit.” Ibu mertuaku memotong bicaraku. Aku tahu kemana arah pembicaraan itu. “Di dapur nggak ada yang masak. Kami belum sarapan. Suami kamu, Leo, sebentar lagi mau ke rumah sakit.”

 Aku menghela napas. Aku mengerti maksudnya, sangat mengerti. 

 “Udah, siapin sarapan sana!”

 Aku tak kuasa membantah. Tidak ada gunanya. Maka, aku langsung berdiri, meski rasanya pinggangku ingin patah. “Iya, Ma.”

 Aku memasak seorang diri di dapur, meracik nasi goreng, menu sarapan favorit keluarga ini, terutama Mas Leo. Hanya nasi goreng biasa, nasi goreng pedas manis dengan lauk telur dadar dan ayam goreng.

Aku tersenyum menatap sajian di atas meja. Akhirnya pekerjaanku yang satu sudah selesai. Bersamaan dengan itu, Mas Leo turun menyusuri tangga sambil mengancingkan lengan kemejanya. 

 Aku tersenyum ke arahnya. “Sarapan, Mas.”

Mas Leo mengangguk. Dia duduk di meja makan. “Aku sarapan sebentar aja,” ucapnya sambil matanya tak lepas dari layar tablet yang dia pegang. 

Aku mengambilkan piring, memasukkan secentong nasi goreng. Lalu menyodorkannya ke atas meja di hadapannya. 

 “Air jeruknya, Mas.” Aku juga menyodorkan segelas air jeruk, minuman saat sarapan seperti biasa. Tapi ….

 “Leo lagi nggak boleh minum jeruk.”

 Tiba-tiba ibu mertuaku datang dan menyahut. Dia menarik kursi di sebelah suamiku. Melotot menatapku lalu menatap gelas air jeruk itu.

 “Kamu ini gimana sih? Suami lagi sakit, nggak boleh minum air jeruk, nggak tahu. Nggak becus jadi istri.”

 “Maaf, Ma. Aku nggak tahu. Mas Leo sakit apa?” Tanganku terulur untuk mengambil gelas air jeruk itu. 

 Namun, ibu mertuaku mengambilnya lebih dulu. “Leo asam lambungnya lagi kumat.” Ibu mertuaku menatapku tak habis pikir. 

 Aku menunduk malu. Iya, ini memang salahku. Aku kurang memperhatikan suamiku. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. “Maaf.”

 “Ya nggak heran.” Ibu mertuaku menyahut. “Kamu, kan, memang nggak tahu apa-apa.” Lalu air jeruk itu dia tumpahkan ke lantai. “Ups, Mama nggak sengaja.”

 Aku setengah terkejut dengan apa yang baru saja Mama Sarah lakukan. Aku tahu dia sengaja melakukannya. Sengaja menguji kesabaran dan memancing emosiku. Namun, harusnya dia juga tahu emosiku tidak akan meledak di hadapannya, apalagi kalau hanya masalah sepele yang dia perbuat.

 “Aku bersihkan sekarang, Ma.” Aku langsung bergegas mengambil alat pel di dekat kamar mandi. 

 Selagi aku mengepel, mereka menikmati sarapan dalam diam, hanya terdengar dentingan suara sendok yang beradu dengan piring, juga suara detak jarum jam, sampai tiba-tiba ibu mertuaku tersedak. 

 “Ya ampun, kenapa pedas banget nasi gorengnya?” Dia buru-buru minum. 

 Aku menegak. Pedas? Perasaan tadi aku kasih cabainya hanya sedikit, sebagai penikmat saja. Dan bukan kah aku masak nasi goreng biasanya memang sedikit pedas biar tidak mual saat sarapan? 

 Tapi … kenapa sekarang? Ya Tuhan … drama apa lagi yang dilakukan ibu mertuaku ini? 

 Aku menghela napas, aku harus sabar. Sudah biasa diperlakukan seperti ini. Sejak awal keluarga suamiku memang tidak pernah menyukaiku, mereka tidak pernah mau menerimaku. Karena perbedaan latar belakang keluarga kami yang timpang. 

Ya, tiga tahun lalu seorang direktur rumah sakit tempatku bekerja mengajakku menikah. Bukan karena cinta, tapi karena dia sudah menabrak ayahku hingga meninggal. Ayahku, orang tuaku satu-satunya karena aku sudah tak punya ibu lagi. Orang itu adalah Mas Leo.

Waktu itu aku mengancamnya untuk memviralkan kasus itu. Tak mau nama baiknya dan rumah sakitnya yang sedang diaudit tercemar dia malah mengajakku menikah. Kami menikah tepat di hari ketiga ayahku meninggal. Aku mau menerimanya karena Mas Leo berjanji akan membiayai kuliah Danu, adikku, hingga selesai. Dan aku tutup mulut soal kasus kecelakaan ayahku.

Aku tahu, waktu itu Mas Leo butuh istri untuk menutup mulut orang dan menjaga nama baik rumah sakit keluarganya. Aku hanyalah alat. Dia sudah membayar mahal untuk itu. 

“Leo itu asam lambungnya lagi kumat, kenapa kamu bikin pedas nasi gorengnya?” 

Suara Mama Sarah kembali menyadarkan lamunanku. Aku menatapnya yang sudah melotot menatapku. 

 “Maaf, Ma, aku kan tadi nggak tahu kalau–”

“Shhhh ….” Mama berdesis. “Nggak usah jelasin apa pun. Kamu selalu aja nggak tahu apa-apa.”

Mas Leo berhenti makan, dia lantas berdiri. “Aku mau berangkat sekarang,” ucapnya seraya melirik jam di tangan. 

 “Aku antar, Mas,” sahutku yang buru-buru menyandarkan pel di kursi makan. 

 Mas Leo tak memedulikanku. Dia berjalan mendahuluiku begitu saja. Meskipun begitu  aku mengiringinya. Sesampainya di teras, aku meraih tangannya dan menyalaminya, tanpa dia minta. Rutinitas yang biasa aku lakukan ketika dia hendak pergi. 

Setelahnya suamiku itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun. Ya, sudah terbiasa memang. 

 Aku tersenyum seiring dengan Mas Leo membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Senyumku masih tertahan sambil berdada ria saat klakson mobilnya terdengar. Mobil itu menjauh sebelum akhirnya menghilang ditelan tikungan.

“Harusnya kamu memang nggak pernah ada di keluarga ini.” Ibu mertuaku entah sejak kapan ada di belakangku. Aku menoleh.

 Ibu mertuaku berdiri di hadapanku. “Harusnya kamu tahu sejak awal keluarga ini nggak sepadan dengan keluarga kamu. Dan cepat atau lambat kamu akan enyah dari sisi Leo, saya pastikan itu.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
100%(22)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
22 ratings · 22 reviews
Write a review

reviewsMore

Aprillia D
Aprillia D
Terima kasih buat yang sudah mampir dan kasih ulasan. ikuti terus kelanjutannya ya, jangan bosan baca Leo dan Kirana. jangan benci Leo juga ... Leo nggak sejahat yg kalian pikirkan kok hehe.
2026-09-01 23:58:26
0
0
MAMAZAN
MAMAZAN
Mertunya boleh di kebumikan aja gak? Semangaatt kirana, Leo kudoakan bucin akut...
2026-08-20 12:17:46
1
0
Mira Restia
Mira Restia
Kasian bgt Kirana, mertuanya jahat bgt, sakit digituin. semangat ya author nulisnya. seru ceritanya
2026-08-19 22:40:51
0
0
Luna Maji
Luna Maji
cape banget sih jadi Kirana. semangat Kirana, semoga dokter Leo segera bucin deh
2026-08-19 18:03:12
0
0
Rossy Dildara
Rossy Dildara
kasihan banget jadi Kinara ಥ⁠‿⁠ಥ
2026-08-19 13:53:45
0
0
48 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status