“Jam dua siang, akses terbuka, ID: Kirana Larasati,” gumam Mas Leo yang lantas menoleh melihatku. “Iya, itu s-saya …,” jawabku. Sesuai kesepakatan, malam ini aku lembur dengan Mas Leo. Malam ini aku terpaksa menunda masalah Danu meskipun rasanya aku ingin berlari mencari ke mana pun adikku itu berada. Saat ini kami sudah berada di ruangan perawat, duduk berdampingan di depan komputer yang menyala, menampilkan layar SIMRS. Di bawah cahaya remang-remang itu, bahu kami nyaris bersentuhan. Suasana di sini hening, hanya ada suara AC dan detak jarum jam yang terdengar. Aku dan Mas Leo sejak tadi lebih banyak diam, hanya membahas masalah pekerjaan. Aku tak berani mengajaknya membahas hal lain, meskipun aku sangat ingin bercerita tentang Danu. Aku melirik wajah Mas Leo dari samping dan dari jarak sedekat ini. Aroma tubuh khas suamiku itu terendus. Aku jadi rindu suasana di mana biasanya aku dan Mas Leo menghabiskan waktu hanya berdua, sedekat ini. Kejadian akhir-akhir ini membuat h
Huling Na-update : 2026-08-26 Magbasa pa