Aku menoleh. Mas Leo berdiri di belakangku, menatapku penuh tanya. Dia bahkan masih mengenakan pakaian OK biru, maskernya turun ke dagu. “Mas sejak kapan kamu di sini?” tanyaku heran. Pria itu tersenyum miring. “Sibuk banget ya sampai nggak sadar aku ada,” jawabnya. Aku tertunduk. “Maaf, Mas.” “Aku mau bikin laporan operasi buat pasien yang masuk tadi malam. Kata suster Lilis kamu belum input laporannya, ya?” Aku langsung mengangkat pandangan, kembali menatapnya. Aku pun baru teringat akan hal itu. Lalu melirik suster Lilis yang masih di meja nurse station, dia menatapku tak nyaman. Mungkin merasa tak enak hati karena sudah mengabarkan hal itu pada Mas Leo. “Maaf, nanti aku input, Mas,” jawabku kemudian. “Sekarang serah terimanya udah selesai, kan?” Mas Leo melirik pena yang baru saja kuletakan di atas meja. “Udah, sih, Mas.” “Kerjakan sekarang.” Aku langsung menatap kedua sahabatku yang masih di sana. “Gaes nanti aja ya ngobrolnya, aku sibuk, maaf, ya?” Aku merasa tak n
Huling Na-update : 2026-09-30 Magbasa pa