“Kamu sudah pulang dari tadi rupanya.” Itu suara Mama Sarah, ibu mertuaku. Aku yang baru saja duduk di sofa ruang tamu menoleh ke arahnya. Wanita itu sudah memandangku tak suka sambil bersedekap dada. Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Dan sekarang pukul tujuh pagi. Badanku rasanya remuk, ingin sekali aku istirahat barang sebentar saja. Tapi … ibu mertuaku mengira aku sudah pulang sejak tadi. “Aku pengen istirahat sebentar, Ma, aku ca–” “Bi Inem nggak masuk kerja hari ini, anaknya sakit.” Ibu mertuaku memotong bicaraku. Aku tahu kemana arah pembicaraan itu. “Di dapur nggak ada yang masak. Kami belum sarapan. Suami kamu, Leo, sebentar lagi mau ke rumah sakit.” Aku menghela napas. Aku mengerti maksudnya, sangat mengerti. “Udah, siapin sarapan sana!” Aku tak kuasa membantah. Tidak ada gunanya. Maka, aku langsung berdiri, meski rasanya pinggangku ingin patah. “Iya, Ma.” Aku memasak seorang diri di dapur, meracik nasi goreng, menu sarapan favorit keluarga ini, terutama Mas L
Terakhir Diperbarui : 2026-07-13 Baca selengkapnya