Viona melirik jam tangan berstrap kulit di pergelangan tangan kirinya.Waktu terus bergulir, dan rasa cemas di dadanya kian menjadi-jadi. Dia memajukan tubuhnya sedikit, menatap Kevin yang baru saja meminum air mineralnya dengan sangat tenang."Tuan," panggil Viona memecah keheningan di antara mereka."Saya ingin mengingatkan bahwa Anda ada jadwal meeting penting dengan manajer keuangan pukul dua siang nanti. Mengingat jarak restoran ini ke kantor dan potensi kemacetan, sebaiknya kita harus segera kembali sekarang."Kevin tidak langsung menjawab.Pria itu hanya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kayu yang kokoh, menatap Viona dengan pandangan meremehkan."Aku ini pemilik dan pemimpin tertinggi di perusahaan itu, Viona," sahut Kevin dengan nada suara yang sangat santai, seolah jam kerja hanyalah deretan angka tanpa arti."Siapa di kantor itu yang berani memarahiku jika aku terlambat satu atau dua menit? Tidak ada."Mendengar jawaban yang begitu acuh dan arogan, urat di leher
Last Updated : 2026-07-22 Read more