Setelah acara sarapan pagi bersama keluarga selesai, suasana di lantai bawah perlahan kembali tenang. Para orang tua mengobrol santai di ruang tamu, sementara beberapa pembantu sibuk merapikan meja makan.Gisel melihat papanya, Bramantyo, berjalan sendirian menuju area teras samping untuk menerima telepon. Mengetahui momen itu tepat, Gisel menyusul papanya dengan langkah yang masih agak tertatih."Papa," panggil Gisel pelan.Bramantyo mematikan layar ponselnya lalu berbalik. Pria paruh baya itu tersenyum hangat melihat putri tunggalnya mendekat. "Gisel. Kenapa, Nak? Kakimu masih sakit?"Gisel menggeleng pelan. Ia berdiri di samping papanya, menatap ke arah taman rumah yang asri. "Enggak kok, Pa. Gisel mau ngomong sesuatu." ucap Gisel suaranya terdengar ragu."Soal apa? Rencana bulan madu tadi?" tanya Bramantyo terkekeh pelan. "Tenang aja, Papa ngerti kok kalau kamu masih butuh istirahat."Gisel menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan keberaniannya. "Bukan soal itu, Pa. Gisel... Gi
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-11 Mehr lesen