Saat Aku Berhenti Mencintaimu

Saat Aku Berhenti Mencintaimu

last updateLast Updated : 2026-09-25
By:  MissLucky Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
24 ratings. 24 reviews
95Chapters
7.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Semua orang tahu Gisella Pramudita mencintai suaminya sampai kehilangan harga diri. Semua orang... termasuk Arash Danendra. Namun ketika takdir memberinya kesempatan untuk mengulang hidup, Gisella memutuskan satu hal: Ia tidak akan lagi mengejar pria yang tak pernah memilihnya. Sayangnya, saat ia benar-benar menyerah, Arash justru mulai mengejarnya.

View More

Chapter 1

01 | Awal Dari Sebuah Kehancuran

"Aku tidak meminta izinmu, Gisel. Aku hanya memberi tahu."

Kalimat itu menghancurkan sisa-sisa harapan yang masih dipertahankan Gisella.

---

Di luar, hujan turun dengan deras sejak sore. Rintik air terus membasahi jendela mansion, sementara suasana di dalam rumah justru terasa begitu sunyi.

Di salah satu sudut rumah, terdapat kamar bayi yang telah dipersiapkan dengan penuh harapan selama beberapa bulan terakhir. Baju-baju bayi masih tertata rapi di dalam lemari. Sebuah ranjang bayi berwarna putih berdiri di dekat jendela, lengkap dengan mainan gantung yang belum pernah digunakan.

Gisella Pramudita, wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu, duduk bersimpuh di atas karpet. Tubuhnya tampak semakin kurus, sementara wajahnya pucat dengan mata yang bengkak akibat terlalu sering menangis.

Dua minggu lalu, Gisel kehilangan segalanya. Bayi yang dikandungnya selama hampir sembilan bulan pergi, bahkan sebelum mereka sempat bertemu. Dan demi menyelamatkan nyawanya, dokter terpaksa mengangkat rahimnya karena pendarahan yang tidak bisa dihentikan.

Gisel tidak hanya kehilangan bayinya, tetapi juga kesempatan untuk menjadi seorang ibu selamanya.

Selama dua minggu terakhir, ia melewati semua itu seorang diri. Arash nyaris tidak pernah berada di sisinya. Malam ini pun sama, Gisel kembali duduk di kamar bayi yang belum sempat dihuni, memeluk selimut kecil sambil menahan isak tangis yang tak kunjung reda.

"Maafkan mama, Nak... Maafkan mama..." bisik Gisel dengan suara seraknya.

Mendengar suara langkah kaki, Gisel mendongak. Di ambang pintu, berdirilah Arash Danendra. Pria berusia 30 tahun itu masih mengenakan setelan jas kantornya. Wajahnya yang tampan menatap istrinya dengan datar, tanpa sedikit pun rasa iba.

Gisel mengusap air matanya dengan pelan. "Mas Arash... kamu baru pulang? Anak kita sudah tidak ada, Mas... Kenapa kamu tega meninggalkan aku melewati semua ini sendirian?"

Arash berdiri di ambang pintu, wajahnya tetap dingin. "Aku datang untuk membicarakan sesuatu. Aku sudah menunda keputusan ini cukup lama."

Ia merogoh saku jas, mengeluarkan sebuah amplop, lalu meletakkannya di atas meja.

Sejenak, Arash menatap mata Gisel yang sayu, seolah menimbang kata-kata berikutnya.

"Aku akan menikah dengan Laras," ucapnya akhirnya, suaranya tenang namun menusuk.

"A-apa...?" bisik Gisel, menggelengkan kepalanya perlahan. "Kamu... mau menikah dengan Laras?"

"Ya," jawab Arash singkat.

"Mas! Aku baru aja kehilangan anak kita. Aku kehilangan rahimku, aku gak bisa punya anak lagi. Aku kehilangan semuanya dan sekarang..." suaranya nyaris tak terdengar. "Kamu juga mau ninggalin aku?"

"Di saat aku hancur seperti ini, kamu bilang mau menikah dengan wanita lain?! Aku gak setuju mas! Aku gak mau dimadu!" teriak Gisel, suaranya pecah oleh emosi yang membuncah.

"Aku tidak meminta izinmu, Gisel. Aku hanya memberi tahu," ulang Arash, suaranya naik satu oktav, terdengar tegas dan tidak bisa diganggu gugat.

Arash menatapnya dengan tatapan dingin. "Pernikahan kita sejak awal adalah sebuah kesalahan, Gisel. Kamu sendiri yang memaksaku masuk ke dalam ikatan pernikahan ini. Selama lima tahun, aku sudah menuruti kemauanmu."

Gisel mencengkeram kain selimut di tangannya dengan kuat. Selama lima tahun ini, dia selalu mengejar cinta Arash dan berharap hati pria itu bisa melunak dengan berjalannya waktum. Namun ternyata, semua sia-sia.

"Sekarang anak itu sudah tidak ada," lanjut Arash tanpa perasaan. "Tidak ada lagi alasan bagiku untuk bertahan di sini. Aku ingin memberikan Laras posisi yang seharusnya. Aku ingin menikahinya secara sah. Dan setelah ini, aku akan menceraikanmu."

Dunia Gisel serasa runtuh sepenuhnya. "Menceraikanku...? Jadi selama ini, kamu sama sekali gak pernah menganggapku sedikitpun, apa aku gak sepantas itu mas? Aku tulus cinta sama kamu! Aku berjuang sendirian selama ini untuk buat kamu bisa menerima aku, bahkan saat kamu gak peduli sama sekali aku gak pernah menyerah. Saat aku butuh, kamu gak pernah ada selalu aja Laras yang kamu utama in, sedangkan aku.. berkali-kali aku cemburu sampai rasanya mati rasa mas! Tapi kamu... kamu sama sekali gak punya hati!"

"Aku tidak pernah meminta mu untuk mencintaiku, Gisel!" balas Arash tegas.

"Kamu... kamu benar-benar kejam, Mas," bisik Gisel dengan bibir yang bergetar hebat. "Lalu bagaimana denganku?! Bagaimana dengan perasaanku, Arash?! Aku ini istrimu!" teriak Gisel, suaranya serak karena tangisan.

"Kamu yang memulai semua ini, jadi jangan menyalahkan ku jika aku yang mengakhirinya. Aku lelah berpura-pura." jawab Arash dengan dingin. Pria itu kemudian membalikkan badannya, berniat untuk pergi dari kamar karena menganggap pembicaraan mereka sudah selesai.

Rasa marah, kecewa, dan sakit bercampur menjadi satu di dalam dada Gisel. Napasnya memburu, sementara air mata terus mengalir tanpa henti. Dia tidak bisa membiarkan pria ini pergi begitu saja setelah menghancurkan sisa-sisa hidupnya. Dengan tubuh yang masih lemah, Gisel segera bangkit dari lantai.

"Jangan pergi, Arash! Kita belum selesai bicara!" teriak Gisel sambil bergegas mengejar Arash yang sudah lebih dulu keluar dari kamar.

Baru beberapa langkah keluar, tubuh Gisel yang belum pulih sepenuhnya kehilangan keseimbangan. Kakinya tersangkut ujung gaunnya sendiri.

"Ah!"

Gisel terpeleset di anak tangga paling atas. Tangannya refleks meraih pegangan tangga, tetapi genggamannya meleset.

Tubuhnya berguling menuruni belasan anak tangga marmer sebelum akhirnya terhempas di lantai dasar.

Brak!

Gisel tergeletak tak bergerak di atas lantai marmer yang dingin. Darah mengalir pelan dari belakang kepalanya, membentuk genangan merah di sekitarnya.

Arash tertegun dan langsung berbalik mendapati istrinya sudah bersimbah darah di lantai. Arash bergegas mendekati dan berlutut di samping tubuh Gisel.

"Gisel! Buka matamu!" panggil Arash panik tetapi tidak ada jawaban dari Gisel. Dia mengangkat sedikit bahu Gisel, lalu Arash menoleh ke arah belakang rumah dan berteriak sekuat mungkin. "Pelayan! Cepat panggil ambulans!"

Gisel menatap Arash yang kini berlutut di sampingnya. Wajah pria itu tampak panik, bibirnya terus memanggil namanya.

Ironis sekali.

Setelah lima tahun menunggu perhatian itu, justru baru ia dapatkan ketika semuanya sudah terlambat.

Pandangannya mulai kabur. Suara Arash terdengar semakin jauh dan samar, seolah berasal dari tempat yang sangat jauh. Rasa sakit di tubuhnya perlahan menghilang, berganti dengan dingin yang menjalar hingga ke ujung jemarinya.

"Kenapa baru sekarang kamu memanggilku seperti itu, Arash?" batin Gisel lirih di tengah sisa-sisa kesadarannya.

Setetes air mata mengalir dari sudut matanya, bercampur dengan darah yang menggenang di lantai. Kelopak matanya terasa semakin berat. Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, di lubuk hatinya yang paling dalam menyisakan satu penyesalan terbesar karena telah menyerahkan hidupnya pada pria yang salah.

"Andai waktu bisa kuputar kembali... aku tidak akan pernah memilihmu, Arash... Aku tidak akan menghabiskan hidupku untuk mengejar.. Seseorang yang tidak pernah mencintaiku."

Dan setelah itu, semuanya berubah menjadi kegelapan yang abadi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
100%(24)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
24 ratings · 24 reviews
Write a review

reviewsMore

zaydanazzayyan24
zaydanazzayyan24
update tiap hari kah?tdk sabar ending wkwkwk
2026-09-21 14:25:46
1
2
Luna Maji
Luna Maji
ayo gisel, move on lah, kamu bisa
2026-08-15 18:18:01
1
0
Nympadoraaa
Nympadoraaa
Jadi Gisel sakit banget ... lanjut lagi kaaa aku tunggu updetannya!
2026-08-15 08:23:40
1
0
Maufy Izha
Maufy Izha
Kerennnn bangettttt sumpah aku baca tiap babnya kayak nggak pengen berhenti, rasa nyesek nya jadi Gisel beneran bikin ikutan nangis... di tunggu bab selanjutnya Thor, aku setia menunggu dan menghabiskan koinku
2026-08-14 23:02:26
3
0
Mita Yoo
Mita Yoo
ceritanya seru dan haru. update yang banyak ya... semangat
2026-08-14 21:44:42
1
0
95 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status