Ryan terkejut dengan ucapan Sasa, wajahnya menegang. “Aku enggak mikir gitu,” ucapnya membela diri. Sasa hanya senyum tipis, lalu kembali melanjutkan suapan mienya. Merasa tidak enak hati, Ryan mencoba menjelaskan lagi. “Aku serius, Sasa. Aku menawarkan bantuan murni karena ingin menolong.” “Terima kasih, tapi tidak perlu sih,” jawab Sasa tanpa mengalihkan pandangannya. Ego Ryan mendadak tersentil. Kesal karena niat baiknya ditolak, ia memilih menyudahi makannya. Sepuluh menit berlalu dalam keheningan yang canggung, hingga Sasa selesai dan bersiap untuk pergi. Meski gengsinya tersisa sedikit, Ryan tetap bersuara saat melihat Sasa beranjak. “Kau yakin benar-benar tidak butuh bantuan?” Sasa menatap Ryan tajam, menyunggingkan senyum sinis yang tidak menyiratkan kebencian. “Sorry, aku tidak membisakan menerima bantuan dari pria asing.” Sasa melambaikan tangan. “Bye!” Ryan hanya terdiam di tempatnya, menatap punggung Sasa yang perlahan menjauh keluar dari resto
最終更新日 : 2026-08-06 続きを読む