Bab 23"Siapkan private jet, kita berangkat sekarang juga!" perintah Austin mutlak, matanya berkilat penuh kemarahan yang membakar.Namun, bukannya langsung bergerak menjalankan perintah, Max justru menggeleng pelan. "Saya rasa tidak perlu, Tuan."Austin menaikkan satu alisnya tajam. Otot rahangnya mengeras, menuntut penjelasan cepat kenapa asisten kepercayaannya itu berani menahan perintahnya di saat putrinya dalam bahaya."Nona Irina sudah menyelesaikan mereka semua dengan teramat epik!" jelas Max, menyunggingkan senyum tipis penuh rasa bangga yang tak bisa disembunyikan.Wajah tegang dan panik Austin seketika menyurut, berganti dengan rasa penasaran yang membumbung tinggi. "Ceritakan, Max!"Pria bertubuh tegap dan berkarisma kuat itu kembali menyandarkan tubuhnya di sofa kulit mansion mereka di Berlin, melipat tangan di dada sembari menatap asistennya penuh intrik.Max tersenyum lebar. Ia membalikkan layar iPad premiumnya, mengarahkan rekaman video berdurasi singkat yang berhasil di
Last Updated : 2026-08-05 Read more