Bab 46“Ian… aku benar-benar jatuh cinta padamu.”Irina bergumam pelan dengan senyuman tipis yang mengembang manis. Jemari lentiknya bergerak lembut, membelai garis rahang tegas Killian.Ia memandangi raut wajah tampan pria itu yang tampak begitu sempurna. Namun tiba-tiba, kening Killian berkerut dalam. Bulir-bulir keringat dingin mulai bermunculan membasahi dahi dan pelipis pria kokoh itu.Irina seketika panik. "Apa dia punya anxiety?" gumamnya cemas, namun ia menahan diri untuk tidak langsung membangunkan Killian secara paksa.Dengan telaten, Irina mengusap lembut kening dan punggung telanjang Killian, mengalirkan kehangatan demi menenangkan pria itu. Ia sama sekali tidak menyangka, pria yang terlihat begitu arogan, dominan, dan tangguh bagaikan dinding besi ini ternyata memiliki sisi rapuh yang teramat dalam.Irina menangkup kedua pipi Killian. Ia mendekatkan wajahnya, mendaratkan kecupan lembut di kening pria itu, lalu turun mengabsen kedua kelopak matanya, pipi, hingga ke ujung hi
Last Updated : 2026-08-22 Read more