Bab 31“Gilaaaa!” seru Irish, berusaha keras menahan suaranya agar tidak menggema di tangga darurat sembari memukul dada bidang Killian dengan wajah memerah kesal.Dengan ekspresi datar, cengkeraman tangannya di pinggang Irish sama sekali tidak melonggar. “Bukannya jadi makin seru?”“Ck! Aku ti—umhpp!”Belum sempat Irish menyelesaikan protesnya, Killian kembali memotong kata-katanya dengan menyapu bilah bibirnya. Namun kali ini, bukan ciuman yang menuntut, liar, dan menggebu-gebu seperti sebelumnya. Killian mencumbunya dengan begitu lembut, dalam, dan tanpa terburu-buru—seolah ingin menikmati setiap detik sensasi bibir peach milik Irish.Lagi dan lagi, pertahanan Irish runtuh total. Ia kembali terbawa oleh buaian manis yang diciptakan Killian. Pria ini benar-benar lihai memainkan ritme dan detak hatinya.“Euhmp… Killian…” lenguh Irish dalam helaan napasnya yang samar saat Killian perlahan menyudahi ciuman itu.“Aku tahu kamu menyukainya,” bisik Killian dengan suara parau nan berat, la
Last Updated : 2026-08-09 Read more