Nyonya Agler bangkit, tetapi sebelum melangkah keluar, ia menoleh sebentar ke arah Grisel yang masih duduk dengan cangkir teh setengah kosong di tangannya.“Satu hal lagi, Grisel.” Suaranya lembut namun penuh penegasan. “Aku yang memintamu menikahi Erland. Jadi apapun yang terjadi malam ini, ingatlah kau berada di sini atas pilihanku. Bukan karena kebetulan dan belas kasihan.”Grisel menegakkan punggungnya. Kata-kata itu memberinya kekuatan. “Terima kasih, Ibu. Aku akan mengingatnya.”Nyonya Agler mengangguk, lalu berbalik menuju pintu. Grisel mengikuti dari belakang. Saat mereka melangkah ke koridor, beberapa pelayan menunduk hormat, sementara dari ujung koridor terdengar samar suara tawa dan denting gelas dari arah ruang makan.“Mereka sudah berkumpul,” ucap Nyonya Agler tanpa mengubah ekspresinya.“Jangan biarkan mereka melihat kegugupanmu. Keluarga Agler punya kebiasaan buruk, mereka bisa mencium ketakutan seperti anjing pemburu.”Grisel menelan ludah. “Aku akan berusaha.”Mereka t
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-25 Mehr lesen