LOGINSelama dua puluh tahun, Grisel hidup dalam kemewahan sebagai putri Keluarga Erline. Namun, kedatangan Nadya gadis asing yang membawa bukti tes paternitas, meruntuhkan segalanya. Grisel bukanlah anak kandung. Ia hanyalah bayi yang tertukar. Dan bukannya diusir, Grisel justru dijadikan tumbal. Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang sekarat, Grisel dijodohkan dengan Tuan Matthew pria berminyak yang siap membeli tubuh dan kehormatannya. Ancaman terhadap keluarga kandungnya membuat Grisel terpaksa tunduk. Namun di balik senyum patuh, ia menyimpan dendam dan sebuah rencana. Di hari pernikahan yang seharusnya menjadi neraka baginya, Grisel melakukan satu tindakan nekat, yakni melompat ke danau, dan mempertaruhkan nyawanya. Ia tidak mati. Ia justru terdampar di villa megah milik Keluarga Agler. Erland Agler, Tuan Muda yang dulu dipuja para gadis Ibu Kota, kini hanyalah seorang pria cacat yang dijauhi semua orang. Erland merupakan gambaran Pria kejam dalam bisnis, hancur dalam tubuh. Ketika Grisel basah kuyup dalam gaun pengantin muncul di hadapannya, Nyonya Agler melihat satu-satunya penyelamat. Tanpa kompromi, Grisel dinikahkan dengan Erland dengan satu syarat dari Grisel, identitas barunya sebagai pengantin Agler tidak boleh dibongkar, dan masa lalunya harus terkubur selamanya. Pernikahan mereka hanyalah kontrak di atas kertas. Grisel menyetujui semua batasan yang ditetapkan Erland, pria dingin yang hanya menganggapnya sebagai saudara yang perlu dilindungi. Namun lambat laun, hati Grisel memberontak. Ia jatuh cinta pada lelaki yang matanya tajam namun langkahnya terhenti. Erland sendiri masih dibutakan oleh obsesinya, mencari dalang di balik kecelakaan yang merenggut kakinya, tanpa menyadari bahwa di sampingnya, sebuah hati diam-diam terbakar. Sakit hati karena dianggap tak lebih dari adik, Grisel mencari pelarian. Di klub malam penuh ilusi, ia justru bertemu dengan bayangan masa lalu dan musuh yang selama ini Erland buru. Nadya, gadis yang merenggut kehidupannya kini berdiri di sisi musuh itu, ikut menganyam benang kehancuran Keluarga Agler.
View MoreMobil melaju dengan sangat cepat, bahkan udara pun terasa sangat tipis ketika Grisel mendapat panggilan telepon dari Kakak pertamanya jika ibunya pingsan di rumah.
Ketika mobil sampai di kediaman Erline, Grisel buru-buru melangkah masuk ke dalam rumah. Akan tetapi, dia tidak melihat sosok ibunya yang pingsan dan kemungkinan sakit parah. Terlebih, ada sesosok gadis lain yang kini memeluk ibunya dengan wajah sedih. “Kakak, katakan padaku apa maksudmu dengan berkata ibuku pingsan?” Grisel menatap sang kakak laki-lakinya dengan pandangan penuh pertanyaan. Grisel tidak pernah berpikir jika kakaknya akan melakukan hal konyol dengan menipunya. Betapa cemasnya dia ketika mengetahui sang ibu pingsan dan kemungkinan sakit parah. Kakak Laki-laki pertama Grisel tersenyum senang saat memandang wajah cemas adiknya. Lagi pula, sudah lama dia tidak membodohi adik kecilnya ini. Sementara itu gadis yang sedari tadi dipeluk oleh ibunya mengusap ujung matanya seolah-olah habis menangis. Matanya yang tampak seperti bunga persik memberikan efek luar biasa ketika mengeluarkan air mata, sehingga mau tidak mau beberapa orang yang melihatnya akan merasakan iba. “Grisel, duduklah. Ada hal penting yang ingin kami bicarakan,” ucap kepala keluarga Erline yakni Tuan Edward Erline kepada anak perempuannya yang baru saja kembali dari kota lain dengan tergesa-gesa itu. Mendengar perintah ayahnya, Grisel segera duduk di sebelah ibunya. Namun, ibunya yang biasanya menyambut kepulangannya saat ini tidak memandangnya sedikit pun saat dia baru saja kembali. Grisel segera merasakan ada sesuatu yang tidak beres terjadi di rumahnya sejak dia tidak kembali. Ayahnya menghela napas dan menunjuk gadis malang di samping ibunya dengan wajah sedih. “Dia adalah Nadya, dan Nadya ternyata adalah anak kandung kami yang sebenarnya. Sangat berat untuk memberitahumu hal besar seperti ini.” Jelas Tuan Edward yang kemudian memandang Grisel dengan wajah sedih. Grisel terdiam dan kemudian jari-jari tangannya merangkak menyentuh telapak tangan kiri ibunya. Namun, bukan kehangatan yang ia dapatkan melainkan tepisan di tangannya. Seakan-akan dia adalah makhluk kotor yang tidak pantas menyentuh hal berharga. “Ayah, Ibu berhentilah berbohong. Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan karena menolak keinginan kalian untuk melanjutkan sekolah di kota ini dan tidak kembali selama satu tahun. Tapi, jangan melakukan hal-hal konyol seperti ini untuk menipuku. Apa maksudnya dengan anak kandung yang asli? Apakah aku adalah anak yang palsu?” Pertanyaan yang dilontarkan oleh Grisel terdengar sangat menyedihkan. Dia tidak pernah berpikir akan menjadi anak yang salah di rumah ini. Sang Kakak laki-laki yang sejak tadi diam angkat bicara. “Ayah mengatakan kebenaran, Nadya adalah adik kandungku dan Nona muda asli keluarga Erline. Sedangkan dirimu adalah anak yang salah diambil,” jawab sang kakak membuat mata Grisel terasa panas. “Lalu, di mana orang tuaku yang asli?” Grisel kini menatap Nadya yang saat ini menundukkan kepalanya. Nadya berkata dengan suara kecil. “Mereka ada di kota B dan saat ini menunggu anak mereka yang asli untuk kembali.” Mendengar jawaban Nadya, Grisel tersenyum kaku. “Jadi mereka masih hidup, tapi… Ayah, aku benar-benar tidak mengenal mereka dan ibu bagaimana menurutmu. Apakah aku harus kembali ke orang tua kandungku?” Grisel sangat mengharapkan penolakan dari ibunya dan berharap ibunya tidak mengizinkannya untuk menemui orang tuanya kandungnya. “Itu terserah padamu,” kata Nyonya Erline tanpa memandangnya. Tuan Edward tidak dapat mendecak melihat sikap dingin istrinya. “Ayah tidak mengizinkan kamu kembali ke orang tua kandungmu. Namun, ada hal lain yang ingin ayah bicarakan denganmu secara pribadi.” Tuan Edward berdiri dari duduknya. “Temui ayah di ruang kerja,” ucapnya membuat Grisel mengangguk mengerti. Berada di ruang kerja ayahnya. Tuan Edward mengeluarkan map yang berasal dari rumah sakit dan satu lagi sebuah foto berukuran 2R dan meletakkannya di atas meja. “Map itu merupakan bukti tes paternitas antara Nadya dan Ayah. Sedangkan foto ini…” Tuan Edward mengetuk foto 2R dari seorang Pria tua berkepala botak yang tersenyum cabul ke kamera. Grisel mendekat dan mengambil foto itu, wajahnya berkerut dan tak kuasa menahan diri untuk bertanya. “Apakah Pria botak ini ayahku yang asli?” Grisel menatap Tuan Edward penuh harap. Tuan Edward seketika batuk dan berdeham ringan. “Tidak, itu adalah calon suamimu,” jawabnya membuat Grisel membulatkan kedua matanya. “Apa?!”Grisel bermimpi buruk, mimpinya terasa sangat panjang dan juga menyesakkan. Semua rasa sakit dan penderitaan bercampur menjadi satu. Sehingga membuat keadaan tidak sadarnya karena sakit menjadi sedikit buruk. Bibi Lui yang menjaga Grisel semalaman cukup cemas dan mau tidak mau segera melaporkan kondisi Grisel ke Kepala Pelayan Will. Bibi Lui khawatir Grisel mungkin mengalami demam tinggi yang parah. Kepala Pelayan Will keluarga Agler adalah orang yang sangat cepat tanggap. Mendapat laporan dari Bibi Lui tentang kondisi Grisel, dia segera bergerak cepat. Di umurnya yang sudah berkepala enam tidak menjadi hambatan untuk bergerak dengan lincah. Dokter khusus keluarga Agler segera dipanggil. Sementara Erland yang sejak kembali dari kantor dan pulang ke villa mengeluh lelah dan mengantuk tidak kunjung tidur. Duduk di balkon kamar dan menikmati angin malam, Erland berusaha menenangkan dirinya dari banyak kejadian yang terjadi dalam satu hari. Dia yang berpikir tidak akan pernah menikah
Kata-kata sarkastik dari Erland membuat Grisel yang tadinya ingin minum segera menghentikan gerakannya. Tenggorokannya terasa kering dan ada sensasi terbakar membuat tubuhnya tidak nyaman.Suaranya sedikit teredam karena flu, “A… Aku hanya ingin minum,” balas Grisel dengan wajah sedih.Erland yang berada tidak jauh dari Grisel menghela napas berat, kursi roda otomatisnya bergerak mendekati Grisel. Gadis di depannya menatap keberadaanya dengan linglung.Mengambil vas bunga dari tangan Grisel, Erland menjelaskan. “Kau hanya perlu menekan tombol di samping tempat tidur jika membutuhkan sesuatu dan pelayan akan melayanimu, lagipula ini adalah vas bunga.”Grisel yang masih setengah sadar terdiam, dia tidak menyangka karena demam dirinya hampir menelan air vas. “Maaf… Aku terlalu pusing dan kupikir aku demam,” ucap Grisel yang kemudian bersin dengan keras.“Kau perlu minum obat, aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan obat penurun demam untukmu. Jadi, kembalilah ke kamar,” perintah Er
Erland tidak kuasa membantah dan hanya bisa pasrah, ketika Ryan datang ke Villa acara pernikahannya dan melihat mempelai wanita yang berdiri berhadapan dengan sahabatnya itu. Kedua mata Ryan tidak kuasa untuk terbelalak. Setelah pertukaran cincin usai, Erland meminta Ryan untuk mengantarnya pergi dari pesta pernikahan dan meninggalkan istrinya Grisel di belakangnya yang masih mengagumi cincin berlian mahal di jari manisnya. Grisel sama sekali tidak peduli dengan perlakuan dingin dan sembarangan dari Erland. Dia cukup senang bisa keluar dari kandang monyet yakni keluarga Erline, meskipun dia sekarang terperangkap di dalam kandang singa keluarga Erland. “Nak, istirahatlah jangan diambil hati dengan sikap dingin Erland. Dia hanya lelah, biarkan Bibi Lui mengantarmu ke kamar pengantin.” Jelas Nyonya Agler. Grisel hanya mengangguk, pernikahan yang dilaksanakannya adalah pernikahan kilat dengan tamu undangan yang terdiri orang-orang elit yang bisa menjaga mulutnya. Sehingga, Grisel
Grisel telah berkali-kali naik ke permukaan untuk mengambil napas meskipun dia hampir mati kehabisan napas. Setidaknya dirinya hampir menuju daratan di tempat lain. Di sekolah dia adalah perenang terbaik, tetapi melompat ke dalam danau dalam keadaan tergesa-gesa membuatnya hampir melupakan keahlian berenangnya. Bisa dikatakan orang yang jenius dalam berenang pun bisa menjadi bodoh secara tiba-tiba. Grisel hampir putus asa dan ingin membiarkan air menghanyutkannya saja. Penglihatannya semakin kabur di dalam air dan secara tak sadar dia berpikir. Sudah berapa lama dia tidak berenang dan dengan bodohnya melompat ke danau yang dalam dengan sedikit arus yang agak deras. Dia benar-benar si idiot sejati yang lupa kapasitas diri. Entah berapa lama dirinya hanyut dan air membawanya menepi ke pinggiran sebuah Villa Megah yang didekorasi indah dengan pita kebahagiaan pengantin baru. Ketika kesadarannya pulih. Beberapa pria tegap berseragam hitam mengelilingi dirinya dan kemudian berteriak.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.