"Don, pasokan gas yang dia keluarkan dari tongkatnya tidak cukup untuk memenuhi ruangan ini," bisik Selena pasti."Kau yakin?" tanya Don sambil melonggarkan dekapan tangannya di mulut dan hidup."Aku 100 persen yakin. Dia tidak mikir sampai sejauh itu sebelum mengisi persediaan gas di tongkatnyaitu .Apa yang diucapkan Selena, benar adanya. Gas itu perlahan membubung ke udara, keluar melalui jendela bagian atas yang pecah di beberapa bagian akibat serangan peluru."Kau benar, Piccola," ujar Don mengakui hasil pengamatan Selena.Pria bertopeng emas itu tertawa kencang, suara tawa yang dingin dan memenuhi ruangan. Perlahan tapi pasti, dia melepas topeng emasnya.Selena yang sudah penasaran dari tadi, menatapnya tanpa berkedip seakan takut pria itu akan lenyap dari pandangan matanya. Dan begitu topeng itu lepas, langsung memperlihatkan wajah seorang pria paruh baya.Garis wajah yang sangat mirip dengan Don, ada keturunan asing di sana. Namun, pancaran matanya dipenuhi dendam dan kejahata
Última actualización : 2026-09-09 Leer más