"Maaf," ujar Selena yang ikut terluka melihat kesedihan di mata Don."Kau tidak salah apa-apa, Selena. Tak perlu meminta maaf." Don memeluk istrinya sambil membelai rambutnya dengan mesra."Besok acara besarmu, tidurlah.""Bukan acara besarku, tapi acara kita berdua, Don.""Iya, tapi kau adalah ratu dalam hatiku dan klan ini.""Terima kasih, Don. Dan kamu adalah raja di hatiku," balas Selena dengan senyum lebar, dia menggenggam tangan Don dan mengajaknya untuk kembali ke kamar.***Suasana di kamar rias utama Mansion Mackenzie riuh rendah. Empat perias profesional dan dua asisten busana sibuk mondar-mandir merapikan kain sutra, memoles riasan, serta menata mahkota berlian mikro di atas kepala Selena."Huuuaaamm, aku ngantuk," bisik Selena menguap lebar. Saat kepala dan rambutnya dihias, membuatnya hampir tertidur.Selena duduk di depan cermin besar berukir emas. Gaun pengantin sutra hitam rancangan khusus Don membalut tubuhnya dengan sempurna, elegan, tegas, sekaligus memancarkan kean
Last Updated : 2026-09-17 Read more