Seperti biasa, Dimas menghabiskan waktunya di ruang pahat paviliun belakang. Sebuah ruangan kayu yang beraroma khas serbuk jati tua, minyak kelapa, dan bau tanah basah. Di atas meja kerja kayunya yang panjang, terbentang selembar papan jati pilihan berukir relief yang sangat rumit.Sudah satu bulan Dimas fokus mengerjakan karya ini. Setiap guratan daun, wujud naga keraton, hingga helai rambut figur dalam relief itu membutuhkan presisi, kecermatan, dan kesabaran tingkat tinggi.Dimas mengusap peluh di keningnya, menatap ukiran yang baru saja ia selesaikan. Tinggal tahap penghalusan akhir dengan ampelas dan pemberian warna alami. Ia meletakkan pahat besi di tangannya, lalu perlahan meraba permukaan relief kayu yang masih hangat itu.WUSSS ....Saat jemarinya menyentuh permukaan relief, sebuah pendar cahaya keemasan yang tipis dan hangat mendadak mengalir keluar dari telapak tangannya, merayap masuk ke dalam tiap lekukan serat kayu jati tersebut.Dimas tersentak. Ketika ia memandan
Última atualização : 2026-08-19 Ler mais