LOGINKakak iparku butuh keturunan untuk mempertahankan posisinya. Sebagai satu-satunya lelaki dengan garis keturunan yang sah yang mampu memberikannya, Kakakku memintaku melakukannya ....
View More"Emange kamu mau apa dariku?" Hendra menatap pesan itu, ia tak butuh uang. Keluarganya punya banyak uang. Tapi keluarga Ivan punya peternakan kuda. Hendra : "Berikan kuda terbaik kamu ke aku!"Ivan : "Maksud kamu si Samson?"Hendra : "Yang mana lagi, kuda kamu itu yang paling hebat!"Ivan : "Anjing! Minta yang laen!" Hendra : "Aku cuma mau Samson."Ivan : "Asu tenang Kowe! Njing!"Hendra malah tertawa membaca balasan Ivan. Sebenarnya ia tak terlalu butuh bantuan Ivan, ia juga punya uang untuk menyewa preman kalaucima mau melenyapkan Dimas. Tapi ia butuh alibi. Jika ia mengajak Ivan, nantinya kalau terjadi sesuatu ia bisa cuci tangan dan melimpahkan semuanya kepada Ivan. Baginya teman sejati itu tak ada, yang ada hanya partner. Sekutu. Mereka janjian bertemu di sebuah kedai kopi sederhana. "Jadi ... piye?" tanya Ivan. "Kamu punya rencana?""Bentar lagi kita pergi outbound kan?"Kening Ivan mengerut, ada amarah juga. "Kalau kita nunggu outbound itu kelamaan, Njing. Aku pingin si
Dimas mengepalkan tangan di sisi tubuhnya, senyum tipis terlukis di wajah sawo matangnya. "Ayah dan kakakku menganggap seni hanya buang-buang waktu. Mereka lebih sibuk mengembangkan bisnis yang lain, hanya aku ... di keluarga Jayaningrat ... yang masih menggeluti seni rupa. Itu artinya ... jika ada yang membantuku, mungkin hantu dari kakekku, atau kakek buyutku." Jawaban Dimas membuat semua orang terbengong. "Lalu ... jika hantu itu benar ada, harusnya kalian berfikir 10 kali sebelum menggangguku. Mungkin saja nanti malam arwah kakekku akan mendatangi kalian!" Mendengar kata hantu, bulu kuduk Hendra meremang, tapi ia tak kau terlihat semua orang kalau dirinya takut dengan hantu. "Hantu itu cuma mitos, tidak pernah ada!" "Kalau sudah tahu, kenapa masih menyudutkanku?" imbuh Dimas dengan senyum penuh arti. Hendra menelan ludah, ia tetap tak mau kalah. "Kalau begitu, ayo tunjukan karya senimu yang hancur itu!" "Ayo, Dimas! Tunjukan bahwa apa yang mereka katakan itu ti
Tangan Dimas tiba-tiba terasa gatal, ingin sekali ia meraih dua gundukan kenyal di depan matanya. Tapi ia segera menggeleng. Mencoba tetap mempertahankan kewarasaanya. Dimas sengaja membuang muka. "Keluarlah, Mbak. Tidak pantas seorang wanita bersuami masuk ke kamar pria lain!"Ratih tampak menggertakan gigi, kenapa Dimas seolah sengaja menjatuhkan harga dirinya? Apakah di mata Dimas ia serendah itu? Ratih menjauhkan diri, menatapnya dengan sorot yang sulit Dimas mengerti. Dimas tahu, ia sudah melukai hati wanita itu. Tapi ia tak bisa membiarkan skandal mereka terus berlanjut. Ratih masih sah sebagai istri kakak tirinya, bukan wanita lajang. Karena jika Ratih lajang, maka ia pasti akan mengejarnya sampai dapat. "Baiklah, Dimas. Tapi aku akan memastikan ...," ia menyentuh perut ratanya. "Janin yang akan tumbuh di rahimku ini ... bukanlah hasil bayi tabung!"Dimas menolehnya seketika, apa niat kakak iparnya itu? Apakah wanita itu masih ingin mencari cara untuk berhasil menyeret mer
Orang-orang itu mengelilingi motornya, sebagian memang bertampang preman. Dimas masih tenang di atas motornya. Ini di luar kampus, juga sudah bukan jam kuliah, jadi kalau ia berkelahi itu tidak akan melanggar aturan. Lagipula yang ia lawan adalah preman yang mungkin juga suka bikin onar. "Kalian suruhan siapa? Hendra Anggoro atau Ivan Setiawan? tanya Dimas. Tapi sebelum mereka menjawab, ia sudah kembali bersuara. "Tak peduli kalian suruhan siapa? Yang jelas ... kebetulan sekali aku sedang butuh partner untuk latihan beladiri!" ia menuruni motornya dengan santai. Menaruh tas punggungnya di salah satu stang motor. Lalu meregangkan otot. "Rupanya bocah terbuang dari keluarga Jayaningrat sudah berani sok jagoan!" seru salah satu yang sepertinya adalah ketua. "Bos, langsung sikat saja!" sahut anak buahnya. Dimas hanya tersenyum tipis, ketika beberapa orang datang menyerang, dengan mudah ia menghindari serangan itu. Pukulan dan tendangan ia tangkis dengan tangan, lalu membalas puku
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.