“Aku bilang aku nggak pernah bermaksud kayak gitu!” seru Monica dengan suara yang gemetar, mencoba membela diri di tengah kepungan rasa panik. Algara mendengus kasar, tatapan matanya kian menghujam. “Kalau kamu nggak bermaksud kayak gitu, nggak mungkin dia sampai nekat melakukannya, Monica! Udah ada residen lain yang kasih kesaksian ke Komite Etik kalau kamu sering marahin Dara dan bikin anak itu jadi pelampiasan kamu selama ini!” Mendengar hal itu, Monica semakin dilanda kepanikan. Jemarinya mendadak terasa dingin. Ia selangkah maju, meraih lengan Algara dan dengan tatapan memohon mengatakan, “Mas, tolong beresin. Kamu harus bantu aku.” “Gimana cara beresinnya, hah?!” “Datangi keluarganya! Dara itu cuma dapat beasiswa. Mereka pasti mau nerima uangnya karena mereka miskin, Mas.” Algara tidak memberikan jawaban. Pria itu hanya diam dengan dada kembang kempis menahan gejolak. Monica kembali mendesak, menatap suaminya. “Kamu mau jadi Kepala Bedah Umum, ‘kan? Kalau gitu kamu harus
Last Updated : 2026-10-09 Read more