‘Sial, sial!’ Benak Monica tak karuan. Ia tidak bisa membantah lagi. Seluruh tubuhnya menjadi kebas saat menyaksikan satu demi satu dokter senior dan anggota komite etik beranjak keluar, mengosongkan aula Cendana Amerta. Kini ruangan itu hanya menyisakan dirinya bersama Algara. Algara sekali lagi menoleh, menatap istrinya dengan pandangan sedingin es. “Kamu udah dapat pengacara?” tanyanya. Monica mengangguk tak berhasrat. Kepalanya terasa sangat berat. “Dapat pun kayaknya juga gak akan banyak bantu.” “Yang penting ada bantuan, 'kan?” Algara membalas, memijit pelipisnya. “Kayaknya rumah sakit juga nggak akan kasih perlindungan ke kamu, Monica. Keputusan mereka udah jelas tadi.” Monica membalas suaminya dengan mata terbeliak, tak terima. “Ke kita, Mas,” rapatnya. “Kamu, Monic,” balas Algara cepat, menekankan setiap katanya. “Yang paling bersalah di sini itu kamu. Baik, katakan kalau aku juga disalahin karena coba nyuap orang tuanya Dara, tapi yang jelas bikin Dara bunuh diri it
Last Updated : 2026-10-15 Read more