"Foto-foto, riwayat obrolan itu, kalau bukan kamu, siapa yang punya?"Dia memegang pergelangan tanganku."Linda, tenang dulu!""Bagaimana bisa aku tenang?!"Aku menjerit."Kalau sampai terjadi sesuatu pada ayahku, kubunuh kamu!"Kamar dibuka.Dokter keluar, lalu melepas masker."Maaf, kami sudah berusaha."Duniaku rasanya runtuh seketika itu juga....Tiga hari kemudian adalah acara pemakaman.Ibu melarangku ikut."Pergi!" kata Ibu dari balik pintu."Ayahmu nggak mau bertemu denganmu."Aku berlutut di depan pintu dari pagi sampai malam.Sorenya, Henry dan Sandra datang.Mereka menaruh karangan bunga, lalu membungkukkan badan.Karangan bunga bertuliskan, [Berduka atas wafatnya Paman Edy, dari Henry Suwandi dan Sandra Owen.]Sandra menatapku, lalu berkata dengan lembut, "Turut berduka cita."Aku menatap Henry, tatapanku sangat tajam seolah ingin membunuhnya.Wajah Henry memucat.Sandra menarik lengan bajunya."Ayo, kita pergi."Mereka berbalik dan pergi.Ibu akhirnya membuka pintu.Ibu m
Read more