Short
Terjebak dalam Gurun Kebohongan

Terjebak dalam Gurun Kebohongan

Oleh:  SansanTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
1.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Mobil Henry mengikuti taksiku dari belakang, pria itu mengedipkan lampu mobil dua kali.

Sopir menatapku dari kaca spion.

"Nona, mobil BMW di belakang terus mengikuti kita, apa dia temanmu?"

Aku mengusap darah di sudut bibirku.

"Bukan."

"Apa kita perlu mengecohnya?"

"Nggak perlu. Dia tahu aku mau ke mana."

Gedung apartemen ini masih sama, dengan iklan-iklan baru yang tertempel di dalam lift.

Aku menyeret koper sampai depan pintu, lalu mengeluarkan kunci.

Suara putaran kunci tidak sama seperti biasanya.

Pintu dibuka dari dalam.

Sandra mengenakan gaun tidur sutra, dia sedang menggendong seorang anak laki-laki yang berumur kira-kira tiga atau empat tahun.

Melihat kedatanganku, Sandra tertegun sesaat, kemudian dia tertawa.

"Kamu sudah pulang?"

Anak itu memeluk leher Sandra, lalu melihatku dengan rasa penasaran.

"Bu, siapa Bibi ini?"

"Bibi ini dulu tinggal di sini."

Sandra mengelus kepala anaknya, kemudian menatapku.

"Mau duduk di dalam? Henry bilang hari ini kamu pulang, tapi aku nggak menyangka kamu sampai secepat ini."

Aku melihat ke arah ruang tamu di belakangnya.

Ada foto pernikahan Henry dan Sandra yang dipasang di tembok, sofa sudah diganti, dan ada jemuran pakaian anak kecil di balkon.

"Di sini …."

"Rumahku." Sandra menyela, suaranya lembut.

"Lima tahun lalu memang rumahmu. Begitu Henry membeli rumah ini, dia menyuruhku tinggal di sini."

Roda koper tersangkut di celah pintu.

"Henry bilang, setelah kamu pergi ke Wilayah Saloka, kami akan menikah."

Anaknya mulai bosan, menggeliat sambil minta turun untuk bermain.

Sandra menurunkan anaknya, anak itu segera berlari ke kotak mainan di ruang tamu.

Sandra bersandar di kosen pintu dan menatapku.

"Kamu kurusan. Hidupmu di Wilayah Saloka sengsara, ya?"

Aku menggenggam gagang koper dengan erat.

"Henry nanti pulang nggak?"

"Nggak tahu."

Sandra mengangkat alis.

"Ngapain kamu cari Henry? Minta uang atau minta penjelasan?"

"Aku nggak minta apa-apa."

"Lalu, ngapain kamu pulang ke sini?"

Melihat wajah Sandra yang terawat, tiba-tiba aku merasa mual.

"Aku pulang …." Aku berusaha tetap tenang.

"Untuk mengambil barang-barangku."

Sandra tertawa.

"Memangnya kamu masih punya barang di sini? Semua pakaianmu sudah lama kubuang. Menurut Henry, buku-bukumu itu memakan tempat, jadi kujual. Oh ya, semua tanamanmu juga sudah mati."

Sandra terdiam sejenak, lalu menambahkan, "Aku sengaja nggak menyirami semua tanamanmu."

Aku berbalik dan menekan tombol lift.

Suara Sandra terdengar dari belakang.

"Linda, jangan memperburuk keadaan. Kamu sekarang nggak punya apa-apa, jadi nggak mungkin bisa mengalahkanku."

Pintu lift menutup.

Aku bersandar di dinding lift yang dingin, sambil memejamkan mata.

Lima tahun.

Kukira itu batu loncatan untuk karierku, ternyata itu adalah masa bulan madu mereka berdua.

...

Esok harinya, aku pergi ke kantor dan mengurus prosedur kepulangan pegawai mutasi.

Kak Fiona dari HRD melihatku, ekspresinya terlihat campur aduk.

"Linda, jabatanmu …."

"Aku tahu, jabatanku sudah ditempati Sandra …."

Aku menaruh koper di pojok.

"Nggak apa-apa, pindahkan aku ke jabatan biasa."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

M--G
M--G
wanita hebat
2026-09-03 02:58:14
0
0
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status