54"Aku mau ke kamar mandi sebentar, tunggu di sini," ucap Lucien dengan suara yang sangat serak. Pria itu bergerak perlahan, berniat mengurai pelukan hangat mereka di atas tempat tidur. "Aku harus menenskannya agar bisa kembali tidur."Isolde, yang masih menyembunyikan wajah *chubby*-nya di ceruk leher Lucien, mendongak pelan. Sepasang matanya yang bulat dan masih sedikit sembap berkedip kebingungan. "Apa maksudmu, Luci?" tanyanya polos, dahi mulusnya berkerut tipis.Lucien mengembuskan napas berat, lalu dengan sedikit rasa canggung, mengarahkan pandangan Isolde ke bawah, di mana bagian bawah perutnya masih menegang sempurna di balik selimut. "Lihat, ini masih keras seperti batu. Jadi aku harus membuatnya lemas kembali di kamar mandi.""Dengan cara apa?" cetus Isolde, menatap lurus tanpa berkedip.Terkehik rendah terlepas dari tenggorokan Lucien, terdengar seksi sekaligus frustrasi di saat yang bersamaan. Dia menyentil pelan hidung mungil Isolde. "Jangan banyak tanya. Sekarang, tetap
Terakhir Diperbarui : 2026-07-23 Baca selengkapnya