Bab 10— Mempraktikkan Posisi seperti dalam lukisan Jarum jam dinding di kamar Isolde sudah melewati angka satu dini hari, namun kelopak matanya enggan terpejam. Perempuan itu berguling ke kanan, menatap dinding kosong, lalu berbalik ke kiri menatap tirai yang bergoyang pelan. Perutnya sudah kenyang, tidak ada lagi alasan lambung perih seperti malam sebelumnya.Namun, ingatan di taman belakang siang tadi seolah menolak untuk pergi. Setiap kali Isolde memejamkan mata, dia kembali merasakan sentuhan lidah Evander yang basah di kulit sensitifnya, getaran aneh yang membuat lututnya lemas, dan sensasi digantung di puncak gairah yang menyiksa."Bisa gila aku kalau begini terus," bisik Isolde pada kegelapan kamar.Merasa gerah dan frustrasi dengan pikirannya sendiri, Isolde menyibak selimut sutranya. Dia memutuskan keluar kamar untuk mencari udara segar di koridor, berharap rasa kantuk akhirnya datang. Dengan langkah tanpa alas kaki, dia menyusuri lantai lorong yang dingin.Sebuah tangan yan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-20 อ่านเพิ่มเติม